Iklan

Sebut Oknum Ormas Hingga Wartawan Bodrek, Gubernur Jabar Nyatakan Perang Terhadap Premanisme

Rabu, 02 April 2025, April 02, 2025 WIB Last Updated 2025-04-02T02:40:38Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Bandung, CiremaiPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa laporan dari kepala desa dan lurah menunjukkan penurunan signifikan terhadap permintaan uang tunjangan hari raya (THR) yang berasal dari pihak-pihak yang tidak berhak.


Dalam komitmennya selama bulan Ramadhan 1446 Hijriah, Dedi menekankan pentingnya memberantas aksi premanisme yang sering meminta uang dari instansi pemerintah ataupun swasta menjelang Lebaran.


"Termasuk juga imbauan saya perang terhadap premanisme, larangan minta THR, itu melahirkan kekhusuan dalam peristiwa kegiatan 1 Syawal ini," ujarnya usai melaksanakan shalat Id di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pada Senin (31/3/2025).



Dedi menyebutkan bahwa permintaan uang THR dari oknum organisasi masyarakat (ormas) dan oknum wartawan nakal, yang sering disebut "wartawan bodrek", telah berkurang di Ramadhan tahun ini.

Hal ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang tidak berhak tersebut sudah tidak berani meminta uang kepada instansi pemerintah dan pengusaha.



Menurut Dedi, aksi premanisme yang berkedok meminta uang THR telah menyebabkan keresahan dan mengganggu iklim investasi di Jawa Barat.



Banyak investor yang membatalkan niat untuk menanamkan modalnya akibat situasi tersebut.

 

"Saya mendapat laporan dari mulai desa, kelurahan, kabupaten, hingga kota di seluruh Provinsi Jawa Barat, mereka menyampaikan, 'Kami hari ini enggak pusing lagi, enggak banyak orang yang datang ke kantor minta THR, sudah relatif sangat sepi'. Termasuk barangkali wartawan-wartawan yang orang nyebutnya 'Wartawan Bodrek', itu juga semakin menurun menjelang hari Lebaran ini, mungkin mereka sudah sembuh sakit kepalanya," katanya.


Dedi juga menambahkan bahwa kondisi Jawa Barat saat ini yang relatif kondusif dipengaruhi oleh penggunaan media sosial yang baik oleh pemerintah dan warga.


(cp001)


Komentar

Tampilkan

Terkini